botnews.my.id, Jakarta – Ryan Serhant, seorang tokoh ternama di industri real estat dan bintang reality show Netflix "Owning Manhattan", baru-baru ini membuka diri dalam sebuah wawancara mendalam dengan William Salvi dalam episode "The CEO Series". Percakapan ini tidak hanya menyoroti kesuksesan yang terlihat di permukaan, tetapi juga mengungkap harga diri yang harus dibayar untuk mencapai puncak kepemimpinan, ketakutan terbesarnya, serta pandangannya yang tajam mengenai peran kecerdasan buatan (AI) dalam lanskap properti masa depan.
Wawancara eksklusif ini mengambil latar belakang kemewahan sebuah mansion senilai $45 juta di New York City, memberikan kontras yang menarik antara kemegahan properti dan diskusi tentang "biaya sebenarnya" dari sebuah kepemimpinan, yang jauh dari sekadar citra glamor di media sosial. Serhant, CEO dan Pendiri SERHANT, sebuah perusahaan real estat yang berkembang pesat, berbagi pengalaman pribadinya tentang bagian-bagian dari dirinya yang harus dikorbankan demi mencapai posisinya saat ini. Ia membahas bagaimana ia menyeimbangkan tuntutan mengelola sebuah perusahaan yang bergerak cepat dengan perannya sebagai wajah publik dari sebuah acara televisi populer, serta pola pikir yang diperlukan untuk membangun firma pialang properti nomor satu di dunia. Pengalaman langsungnya saat memandu Salvi berkeliling mansion mewah tersebut semakin memperkaya narasi tentang gaya hidup dan kesuksesan yang ia raih.
Dalam perbincangan yang lebih mendalam, Serhant merinci tantangan yang ia hadapi dalam membangun merek pribadi dan bisnisnya secara bersamaan. Ia mengakui bahwa kesuksesan yang ia nikmati saat ini tidak datang dengan mudah, melainkan melalui kerja keras, dedikasi, dan keputusan sulit yang terkadang mengorbankan waktu pribadi dan aspek kehidupan lainnya. Pengalaman ini memberikan gambaran realistis tentang apa artinya menjadi seorang pemimpin yang sukses di era modern, di mana citra publik dan kinerja bisnis harus berjalan seiring.
Salah satu poin penting yang diangkat dalam wawancara ini adalah pandangan Serhant mengenai kecerdasan buatan (AI) dalam industri real estat. Di tengah gelombang inovasi teknologi yang terus berkembang, para profesional di sektor ini mulai mempertanyakan bagaimana AI akan membentuk kembali cara mereka bekerja. Serhant, dengan pengalamannya yang luas, memberikan perspektif yang menarik tentang potensi AI untuk meningkatkan efisiensi, personalisasi layanan, dan bahkan memprediksi tren pasar. Namun, ia juga menekankan bahwa sentuhan manusia, intuisi, dan kemampuan membangun hubungan tetap menjadi elemen krusial yang tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh teknologi. Baginya, AI harus dilihat sebagai alat bantu yang kuat, bukan sebagai pengganti keahlian dan koneksi interpersonal yang dibangun oleh agen properti profesional.
Diskusi mengenai AI ini sangat relevan mengingat perannya yang semakin dominan di berbagai sektor. Di industri real estat, AI dapat digunakan untuk analisis data properti yang lebih canggih, penilaian otomatis, serta platform pencarian yang lebih cerdas bagi calon pembeli dan penyewa. Namun, Serhant mengingatkan bahwa di balik setiap transaksi properti, terdapat emosi, kebutuhan, dan aspirasi manusia yang mendalam. Kemampuan untuk memahami dan merespons nuansa-nuansa ini, yang seringkali sulit diartikulasikan oleh AI, tetap menjadi keunggulan kompetitif utama bagi para profesional real estat.
Lebih jauh lagi, Serhant menyinggung tentang ketakutan terbesarnya. Meskipun identitas spesifik ketakutan terbesarnya tidak diungkapkan secara gamblang dalam kutipan yang tersedia, tersirat bahwa ketakutan tersebut kemungkinan besar berkaitan dengan kegagalan, kehilangan momentum, atau ketidakmampuan untuk terus berinovasi dan beradaptasi di lingkungan yang terus berubah. Pengakuan ini menunjukkan sisi rentan dari seorang pemimpin yang sukses, mengingatkan audiens bahwa di balik citra percaya diri, terdapat perjuangan internal yang juga perlu dikelola.
Wawancara ini memberikan wawasan berharga tentang perjalanan Ryan Serhant, tidak hanya sebagai figur publik yang dikenal luas, tetapi juga sebagai seorang pebisnis yang cerdas dan pemimpin yang visioner. Pengalaman dan pandangannya tentang kepemimpinan, manajemen bisnis, dan masa depan industri real estat, terutama dengan munculnya AI, menawarkan pelajaran penting bagi siapa pun yang tertarik pada dunia bisnis dan inovasi. Pesan utamanya adalah bahwa kesuksesan sejati seringkali membutuhkan pengorbanan yang signifikan, namun dengan strategi yang tepat dan pandangan ke depan, tantangan dapat diatasi dan peluang dapat dimaksimalkan.
