0

Judul Baru: Antam Rangkul Investor Global untuk Dongkrak Hilirisasi Nikel dan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Share

Isi Berita:

Botnews.my.id, Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pertambangan, menunjukkan komitmen kuatnya untuk mengambil peran sentral dalam program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Kesediaan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Perusahaan plat merah ini menegaskan fokusnya pada penguatan bisnis yang berorientasi pada hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral. Langkah strategis ini selaras dengan agenda pembangunan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah. Untung Budiharto menjelaskan, "Melalui berbagai proyek strategis yang terintegrasi, ANTAM tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk mineral kita, tetapi juga secara signifikan mendukung penguatan kemandirian industri nasional. Selain itu, ini akan memposisikan Indonesia secara lebih kuat dalam rantai pasok industri global."

Penugasan khusus yang diterima Antam mencakup cakupan yang sangat luas dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi berbasis nikel. Rangkaian aktivitas ini akan mencakup seluruh tahapan, mulai dari hulu hingga hilir. Tahapan tersebut meliputi:

  • Kegiatan Pertambangan: Pengelolaan sumber daya nikel dari tambang.
  • Pembangunan Pabrik RKEF (Rotary Kiln Electric Furnace) / RKSBF (Rotary Kiln Smelter Battery): Fasilitas pengolahan nikel menjadi produk antara yang siap untuk tahap selanjutnya.
  • Fasilitas HPAL (High Pressure Acid Leaching): Teknologi canggih untuk mengekstraksi nikel dan kobalt dari bijih laterit berkadar rendah, yang sangat penting untuk produksi baterai EV.
  • Refinery: Tahap pemurnian lanjutan untuk menghasilkan material baterai berkualitas tinggi.
  • Produksi Prekursor: Bahan baku utama untuk pembuatan katoda baterai.
  • Produksi Katoda: Komponen krusial dalam baterai lithium-ion.
  • Pembuatan Battery Cell: Merakit komponen menjadi sel baterai yang siap digunakan.
  • Fasilitas Battery Recycling: Proses daur ulang baterai bekas untuk memulihkan material berharga, menciptakan ekonomi sirkular.

Pengembangan ekosistem yang komprehensif ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang signifikan. Pertama, peningkatan nilai tambah sumber daya mineral nasional akan lebih optimal. Kedua, Antam akan memiliki diversifikasi sumber pendapatan yang lebih luas, mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah. Ketiga, ini akan memperkuat ketahanan bisnis perusahaan dalam jangka panjang, seiring dengan tren global menuju elektrifikasi. Terakhir, inisiatif ini juga akan mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan, masyarakat, dan investor.

Dalam pelaksanaan penugasan strategis ini, Antam tidak beroperasi sendiri. Perusahaan akan berkolaborasi erat dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBI). Kemitraan ini akan diperkuat dengan kehadiran HYD Investment Limited, sebuah konsorsium yang memiliki rekam jejak kuat di industri baterai global. HYD Investment Limited terdiri dari entitas terkemuka seperti Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., dan PT Daaz Bara Lestari Tbk. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa teknologi, keahlian, dan pendanaan yang dibutuhkan untuk mewujudkan ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dan kompetitif di Indonesia.

Komitmen Antam ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global kendaraan listrik, memanfaatkan kekayaan sumber daya nikel yang melimpah serta potensi pasar domestik yang terus berkembang.

(mij/mij)