botnews.my.id, Jakarta – Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase pada hari Rabu, menandai kenaikan pertama sejak Juli 2023. Keputusan yang diambil secara bulat oleh seluruh 12 anggota Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee) ini menaikkan kisaran suku bunga acuan The Fed menjadi 3,75 hingga 4 persen. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mengendalikan inflasi yang dinilai sudah terlalu tinggi dan berlangsung terlalu lama. "Fakta sederhananya adalah inflasi terlalu tinggi dan sudah terlalu lama," ujar Warsh, seperti dikutip dari The New York Times.
Langkah The Fed ini akan memiliki implikasi yang berbeda bagi berbagai jenis pinjaman dan simpanan. Bagi pemilik KPR dengan suku bunga tetap (fixed-rate mortgage), tidak akan ada perubahan langsung karena suku bunga mereka sudah terkunci. Namun, pemilik KPR dengan suku bunga mengambang (adjustable-rate mortgage) dan pinjaman bervariasi lainnya akan lebih merasakan dampaknya. Secara umum, suku bunga KPR sangat dipengaruhi oleh imbal hasil obligasi Treasury. Imbal hasil obligasi Treasury baru-baru ini telah menembus 5 persen untuk pertama kalinya sejak tahun 2023, yang berdampak pada kenaikan rata-rata suku bunga KPR 30 tahun tetap menjadi 6,76 persen, demikian dilaporkan oleh The Washington Post.

Suku bunga pinjaman kendaraan juga diperkirakan akan mengalami kenaikan. Cox Automotive memperkirakan kenaikan ini dapat menambah sekitar $6 pada pembayaran cicilan mobil bulanan rata-rata. Suku bunga kartu kredit, yang pergerakannya lebih selaras dengan kebijakan The Fed, juga berpotensi meningkat. Hal ini menjadi perhatian mengingat tingkat utang kartu kredit saat ini mendekati rekor tertinggi. Di sisi lain, para penabung mungkin akan melihat sedikit peningkatan imbal hasil pada rekening tabungan berbunga tinggi (high-yield savings accounts) dan Sertifikat Deposito (CD).
"Saya tahu kenaikan suku bunga mungkin terasa seperti obat pahit, tetapi kita membutuhkannya karena kita tidak bisa terus menerus mengalami pertumbuhan harga yang tidak terkendali," kata Ted Rossman, analis utama keuangan konsumen di Money Management International, kepada The Post. Kenaikan suku bunga ini merupakan upaya The Fed untuk menstabilkan ekonomi dan mengendalikan tekanan inflasi yang telah menjadi perhatian utama selama beberapa waktu.
